EXPOSE 2026 ARL IPB Bahas Konsep “IPB Campus Town” Berbasis Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan
EXPOSE 2026 ARL IPB Bahas Konsep “IPB Campus Town” Berbasis Pengelolaan Lanskap Berkelanjutan


Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB University sukses menyelenggarakan kegiatan EXPOSE 2026 pada Selasa (19/5) di Auditorium Toyib Hadiwijaya, Fakultas Pertanian IPB University. Kegiatan yang merupakan bagian dari Mata Kuliah Pengelolaan Lanskap (ARL1333) ini mengangkat tema “IPB Campus Town: Integrated Community through Landscape Management”.
EXPOSE 2026 menjadi wadah bagi mahasiswa semester 6 Angkatan 2026 untuk mempresentasikan hasil kajian dan gagasan pengelolaan lanskap kawasan lingkar luar kampus IPB University secara berkelanjutan. Kegiatan ini turut dihadiri oleh mahasiswa, dosen, praktisi, instansi pemerintah, serta masyarakat umum sebagai bentuk kolaborasi lintas sektor dalam pengembangan kawasan kampus dan lingkungan sekitarnya.
Tujuan utama kegiatan ini adalah memaparkan hasil kajian akademik dan rencana pengelolaan lanskap yang mengintegrasikan kawasan internal kampus dengan wilayah di sekelilingnya. Selain menjadi implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi dalam aspek pengabdian kepada masyarakat, kegiatan ini juga memberikan pengalaman langsung bagi mahasiswa untuk mengidentifikasi persoalan lapangan, menyerap aspirasi masyarakat, hingga merumuskan solusi penataan ruang yang aplikatif.


Kajian tersebut disusun secara kolaboratif oleh mahasiswa di bawah bimbingan tim dosen pengampu, yakni Prof. Dr. Ir. Hadi Susilo Arifin, M.S., Dr. Ir. Nurhayati, M.Sc., Prof. Dr. Syartinilia, S.P., M.Si., Dr. Kaswanto, S.P., M.Si., dan Prita Ayu Permatasari, S.P., M.Si.
Dalam pelaksanaannya, EXPOSE 2026 mengedepankan pendekatan Quadruple Helix dengan melibatkan berbagai pemangku kepentingan, mulai dari pihak akademisi, pemerintah daerah, komunitas masyarakat, hingga pelaku UMKM di kawasan lingkar kampus.
Tema IPB Campus Town diangkat sebagai respons terhadap fenomena diskoneksi spasial antara kawasan internal IPB University dengan lingkungan pedesaan di sekitarnya. Pertumbuhan kawasan lingkar kampus yang berlangsung secara organik tanpa penataan terpadu dinilai memicu berbagai persoalan, seperti urban sprawl, fragmentasi lanskap, serta penurunan kualitas visual dan ekologis kawasan.


Berdasarkan hasil inventarisasi mahasiswa, beberapa persoalan utama yang ditemukan di kawasan lingkar luar kampus meliputi kepadatan wilayah, permasalahan transportasi, serta konflik sosial-spasial. Tingginya volume kendaraan yang tidak sebanding dengan kapasitas jalan menyebabkan kemacetan di sejumlah titik kawasan kampus. Selain itu, keberadaan UMKM dan pedagang kaki lima yang belum tertata juga memicu konflik penggunaan ruang publik dan mengurangi kualitas sirkulasi kawasan.
Rangkaian kegiatan EXPOSE 2026 diawali dengan penayangan video kreatif mahasiswa mengenai gambaran umum kajian. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan presentasi hasil studi dan rekomendasi rancangan pengelolaan lanskap oleh mahasiswa, serta ditutup melalui forum diskusi interaktif bersama akademisi, praktisi, dan pemangku kebijakan lintas sektor.
Beberapa narasumber yang hadir dalam kegiatan tersebut antara lain Endang Mulyana, S.T. selaku Asisten Direktur Bangunan dan Instalasi IPB mewakili Direktorat Umum dan Infrastruktur IPB, Dr. Eng. Heriansyah Putra, S.Pd., M.Eng. dari Disrembang IPB, Kornelius Septyo Pramudito, S.T., M.Si. dari BAPPERIDA Kabupaten Bogor, serta Judo Satria selaku Kepala UPTD Pemeliharaan Pertamanan DPKPP Kabupaten Bogor.


Hasil kajian yang dipresentasikan mahasiswa dinilai memiliki potensi besar untuk diterapkan dalam pengembangan kawasan lingkar kampus IPB University. Dengan dukungan kolaborasi lintas sektor dan komitmen bersama, konsep yang dihasilkan diharapkan mampu berkembang menjadi rekomendasi kebijakan maupun implementasi penataan ruang yang berdampak positif bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.
Melalui kegiatan ini, Departemen Arsitektur Lanskap IPB University berharap mahasiswa dapat menjadi generasi inovator yang memiliki kepekaan sosial dan mampu menghadirkan solusi pengelolaan lanskap yang konkret, adaptif, dan berkelanjutan bagi masa depan kawasan kampus dan masyarakat sekitarnya.