Blog

WhatsApp Image 2026-06-03 at 08.49.23 (1)

Mahasiswa Arsitektur Lanskap IPB Kaji Desain dan Rekayasa Tapak di Taman Bendera Pusaka Jakarta

Event

Mahasiswa Arsitektur Lanskap IPB Kaji Desain dan Rekayasa Tapak di Taman Bendera Pusaka Jakarta

Bogor, 22 Mei 2026 — Mahasiswa Semester 4 Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB University yang sedang mengambil Mata Kuliah Teori Desain Lanskap (ARL1215) dan Rekayasa Tapak (ARL1216) melaksanakan kegiatan pengamatan lapang di Taman Bendera Pusaka, Jakarta Selatan. Kegiatan ini bertujuan untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai perancangan lanskap dan penerapan aspek teknis dalam pengembangan ruang terbuka hijau perkotaan.

Taman Bendera Pusaka merupakan taman kota yang diresmikan pada 14 Maret 2026 dan merupakan hasil integrasi Taman Langsat, Taman Leuser, dan Taman Ayodya dengan total luas mencapai 5,6 hektare. Kehadiran taman ini menjadi salah satu contoh pengembangan ruang terbuka hijau yang mengedepankan fungsi ekologis, sosial, dan estetika di kawasan perkotaan.

Sebanyak 86 mahasiswa, didampingi oleh 4 asisten praktikum dan 4 dosen, diterima langsung oleh Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta. Tim penerima terdiri atas Hendriyanto selaku Kepala Pusat Data dan Informasi sekaligus alumni Arsitektur Lanskap angkatan 37, bersama Retno Palupi (alumni ARL 39), Mirza Hestyaningtyas, dan Annisa Marwati dari Bidang Pertamanan.

Dalam kegiatan ini, mahasiswa dibagi menjadi empat kelompok yang didampingi oleh tim Dinas Pertamanan dan Hutan Kota Provinsi DKI Jakarta. Mahasiswa melakukan pengamatan terhadap zonasi taman, elemen softscape dan hardscape, serta berbagai aspek rekayasa tapak, seperti sistem grading, jaringan drainase, sirkulasi pedestrian, akses kendaraan dan area parkir, hingga penerapan retaining wall pada kawasan taman.

Melalui praktikum lapang ini, mahasiswa memperoleh kesempatan untuk mengkaji secara langsung preseden pengembangan ruang terbuka hijau perkotaan, mulai dari konsep perancangan, proses desain, hingga implementasi teknis di lapangan. Selain itu, mahasiswa juga berkesempatan berdiskusi dengan para pengelola dan pengambil kebijakan terkait strategi pengembangan ruang terbuka hijau di Jakarta.

Kegiatan pengamatan lapang ini diharapkan dapat memperkuat pemahaman mahasiswa terhadap keterkaitan antara teori yang dipelajari di kelas dengan praktik profesional di lapangan, sekaligus memperluas wawasan mengenai pengelolaan dan pengembangan lanskap perkotaan yang berkelanjutan.