Blog

Desain tanpa judul

Mahasiswa Arsitektur Lanskap IPB University Raih Juara 3 pada Landscape Competition ITERA 2026

Event

Mahasiswa Arsitektur Lanskap IPB University Raih Juara 3 pada Landscape Competition ITERA 2026

Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB University. Tim “Anak Rampage” yang terdiri atas tiga mahasiswa ARL 61 berhasil meraih Juara 3 dalam Landscape Competition ITERA (LACOERA) 2026, sebuah kompetisi perancangan lanskap yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sumatera (ITERA) pada 12 September 2026.

Tim tersebut beranggotakan Cakra Parikesit (A4401241083), Maharaja Muhammad Arafah Kekasih Marwan (A4401241052), dan Mohammad Andharu Faatih Umar (A4401241050). Melalui kolaborasi dan gagasan perancangan yang kontekstual, tim mengusung karya berjudul “The Living Spine of Way Hui”, yang menawarkan pendekatan inovatif dalam mengembangkan ruang komersial menjadi lanskap yang dinamis, inklusif, dan mendukung kualitas hidup penggunanya.

Karya “The Living Spine of Way Hui” berangkat dari permasalahan kawasan, khususnya keterbatasan ruang teduh dan paparan kebisingan yang berasal dari jalan arteri. Berangkat dari tantangan tersebut, tim merumuskan gagasan lanskap yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang aktivitas, tetapi juga mampu menghadirkan kenyamanan, konektivitas, dan pengalaman lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat.

Menggunakan analogi sistem peredaran darah manusia, rancangan ini memandang lanskap sebagai suatu sistem kehidupan yang saling terhubung. Community Plaza ditempatkan sebagai jantung kawasan yang menggerakkan berbagai aktivitas sosial, sementara Bioswale Promenade berperan dalam mengarahkan sirkulasi dan mendukung pengelolaan air. Di sisi lain, Forest Belt dirancang sebagai elemen ekologis yang menghadirkan keteduhan dan kesejukan, sekaligus membantu merespons kondisi lingkungan di sekitar kawasan.

Konsep perancangan tersebut diwujudkan melalui pembagian karakter ruang antara area aktif di bagian utara dan area relaksasi di bagian selatan. Keduanya dihubungkan melalui sistem sirkulasi yang menyatukan dinamika kegiatan dengan ruang pemulihan dan ketenangan. Pendekatan ini memungkinkan terciptanya lingkungan yang mengakomodasi beragam kebutuhan pengguna, mulai dari interaksi sosial hingga aktivitas bersantai.

Melalui integrasi elemen ekologis, sosial, dan spasial, “The Living Spine of Way Hui” menawarkan perspektif bahwa lanskap bukan sekadar ruang untuk dilalui atau tempat singgah, melainkan lingkungan yang dapat mendukung pertumbuhan komunitas, interaksi antarpengguna, dan pemulihan energi dalam keseharian.

Perolehan Juara 3 dalam Landscape Competition ITERA 2026 menjadi wujud kontribusi mahasiswa Departemen Arsitektur Lanskap IPB University dalam mengeksplorasi gagasan perancangan yang responsif terhadap persoalan lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Prestasi ini sekaligus memperlihatkan potensi kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan solusi desain yang menggabungkan fungsi ruang, kenyamanan lingkungan, dan pengalaman pengguna.

Pencapaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Departemen Arsitektur Lanskap IPB University untuk terus mengembangkan kemampuan perancangan, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya inovatif yang memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.