Blog

WhatsApp Image 2026-09-23 at 13.22.27

Wujudkan Desa Mandiri Pangan dan Gizi melalui Penataan Pojok Hijau, Dosen ARL Bersama Tim Dospulkam IPB Dampingi Warga Desa Buniwah Tegal

Event

Wujudkan Desa Mandiri Pangan dan Gizi melalui Penataan Pojok Hijau, Dosen ARL Bersama Tim Dospulkam IPB Dampingi Warga Desa Buniwah Tegal

Praktek pembuatan compost tea bersama Dinas Ketahanan Pangan Dan Pertanian Kabupaten Tegal
Penyampaian materi “Pekarangan Kecil Pangan Keluarga: Belajar dari Pojok Hijau menuju Kebun Pangan Mandiri di Rumah”

Tegal, 8-9 September 2026 — Upaya mewujudkan ketahanan pangan keluarga tidak selalu membutuhkan lahan yang luas. Berbekal pemanfaatan lahan sempit dan semangat gotong royong, Dr. Vera Dian Damayanti bersama tim akademisi lintas fakultas IPB University hadir mendampingi masyarakat Desa Buniwah, Kecamatan Bojong, Kabupaten Tegal, Jawa Tengah. Kegiatan pengabdian masyarakat bertajuk Dosen Pulang Kampung (DOSPULKAM) ini mengusung tema “Pendampingan Desa Buniwah Menuju Desa Mandiri Pangan dan Gizi” yang diselenggarakan pada Selasa hingga Rabu, 8–9 September 2026.

Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 30 peserta—terdiri dari ibu-ibu kader Posyandu, dasa wisma (Dawis) serta para ketua RW di Desa Buniwah—diawali dengan sambutan dari Carik Desa Buniwah, Syamsul Ma’arif. Dalam sambutannya, Syamsul mengatakan, “Kegiatan Dospulkam yang diselenggarakan oleh tim dosen IPB di Desa Buniwah ini merupakan langkah sinergis dengan program inovasi desa yang sedang berjalan, yaitu Pojok Hijau. Program ini kami gagas untuk memanfaatkan lahan-lahan kosong secara optimal melalui pengolahan berbasis komunitas di setiap RT.” Para peserta tampak antusias mengikuti seluruh rangkaian pelatihan yang berlangsung dengan semangat kebersamaan dan partisipasi aktif.

Ketua Tim Dospulkam IPB University di Desa Buniwah, Dr. Sugeng Santoso (Dosen Departemen Proteksi Tanaman, Fakultas Pertanian), menyampaikan bahwa pendampingan oleh tim dosen bertujuan memperkuat efektivitas program desa tersebut. “Kami hadir untuk menjadikan program Pojok Hijau Desa Buniwah sebagai modal utama masyarakat menuju desa yang mandiri secara pangan dan gizi,” tegas Dr. Sugeng.

Guna memberikan pendampingan secara komprehensif, program ini menerjunkan tim kolaborasi lintas disiplin dari empat fakultas IPB University, yaitu: Fakultas Pertanian (FAPERTA), Fakultas Kedokteran dan Gizi Masyarakat (FKGiz), Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan (FPIK), dan Fakultas Peternakan (FAPET). Kegiatan ini juga diperkuat oleh keterlibatan aktif mahasiswa IPB University yang sedang melaksanakan program magang di Kabupaten Tegal, yang memfasilitasi dan mendampingi warga selama kegiatan berlangsung.

Rangkaian kegiatan pada hari pertama, Selasa (8/9/2026), dibuka dengan pemaparan materi mengenai Makanan Beragam, Bergizi Seimbang, dan Aman (B2SA) untuk konsumsi harian keluarga yang disampaikan oleh Dr. Yayuk Farida Baliwati (FKGiz). Pemahaman mengenai pemenuhan gizi seimbang harian berbasis bahan pangan lokal menjadi fondasi awal peningkatan kualitas kesehatan masyarakat.

Materi kedua disampaikan oleh Dr. Yopi Novita (FPIK) mengenai pengenalan teknik budidaya perikanan di area dan kondisi air yang terbatas. Dalam pemaparannya, warga diperkenalkan pada beragam metode akuakultur skala kecil seperti Budikdamber (budidaya ikan dalam ember), akuaponik, hingga sistem bioflok yang hemat tempat serta efisien. Sesi hari pertama ditutup oleh Dr. Asep Tata Permana (FAPET) yang membagikan panduan praktis teknik peternakan ayam petelur skala rumahan dengan menggunakaan desain kandang yang efektif dan efisien untuk lahan terbatas yang mampu menyuplai kebutuhan protein hewani harian keluarga.

Memasuki hari kedua, Rabu (9/9/2026), kegiatan berfokus pada pengelolaan pekarangan serta pemanfaatan limbah rumah tangga. Dr. Vera Dian Damayanti mengawali sesi dengan memaparkan strategi mengelola pekarangan kecil skala keluarga guna memenuhi kebutuhan sayuran harian, sebagai bentuk perluasan dari Pojok Hijau yang merupakan kebun komunal.”Sebenarnya ibu-ibu sudah punya modal untuk mewujudkan kebun di pekarangan rumah, karena selama ini ibu-ibu sudah berpengalaman mengelola Pojok Hijau”, ujar Vera dalam pemaparannya. Penggunaan wadah daur ulang, rak vertikal (vertikultur), serta pemilihan tanaman dapur utama berupa tanaman bumbu dan/atau sayuran yang sering dikonsumsi oleh setiap menjadi solusi praktis bagi warga yang dapat menekan pengeluaran bulanan.

Selanjutnya, Prof. Tri Asmira Damayanti (FAPERTA) memberikan materi terkait teknik berkebun sehat di rumah memanfaatkan bahan-bahan organik. Prof. Tri memperkenalkan pembuatan teh kompos (compost tea), yaitu pupuk cair organik kaya mikroba bermanfaat yang diolah dari sampah organik rumah tangga. Sebagai penutup rangkaian Dospulkam, para peserta diajak melakukan pelatihan dan praktik langsung pembuatan teh kompos yang difasilitasi oleh Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Kabupaten Tega, yaitu Bapak Thamrin Khamidi yang dibantu oleh para mahasiswa magang dari IPB.

Pemerintah Desa Buniwah berharap pendampingan dari tim akademisi IPB ini dapat mengoptimalkan program inovasi “Pojok Hijau” demi mewujudkan desa yang mandiri pangan dan gizi secara berkelanjutan. Sementara itu, masyarakat—khususnya para kader Posyandu Dasa Wisma, dan Ketua RW yang hadir—berharap ilmu dan keterampilan praktis yang diperoleh dapat diterapkan secara konsisten untuk memenuhi kebutuhan gizi seimbang keluarga secara mandiri, baik dari Pojok Hijau maupun dari pekarangan rumah sendiri. Sinergi antara pemanfaatan lahan terbatas, budidaya perikanan dan peternakan skala kecil, serta pengelolaan sampah organik mandiri diproyeksikan menjadi modal kuat bagi masyarakat Desa Buniwah untuk mewujudkan ketahanan pangan dan gizi secara mandiri dan berkelanjutan.