Mahasiswa Arsitektur Lanskap IPB University Raih Juara 1 LACOERA 2026 Tingkat Internasional
Mahasiswa Arsitektur Lanskap IPB University Raih Juara 1 LACOERA 2026 Tingkat Internasional


Lampung, 12 September 2026 — Tiga mahasiswa Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB University, berhasil meraih Juara 1 dalam International Landscape Architecture Competition ITERA (LACOERA 2026) yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sumatera (ITERA). Prestasi ini menjadi bukti kreativitas dan kompetensi mahasiswa IPB University dalam mengembangkan gagasan perancangan lanskap yang inovatif dan responsif terhadap tantangan lingkungan.
Ketiga mahasiswa yang tergabung dalam tim pemenang tersebut adalah Muhammad Dzaki Fauzi Syahrudin (A4401231044), Muhammad Naufal Zacky Manurung (A4401231052), dan Fithri Mardhiya Mulia Pamungkas (A4401231042).
LACOERA 2026 merupakan kompetisi desain lanskap berskala internasional yang diikuti oleh mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di tiga negara, yaitu Indonesia, Malaysia, dan Jerman. Kompetisi ini menjadi wadah bagi peserta untuk mengeksplorasi gagasan desain yang inovatif serta merespons isu-isu lingkungan dan keberlanjutan melalui pendekatan arsitektur lanskap.
Dalam kompetisi tersebut, tim IPB University mengusung karya perancangan lanskap berjudul “TEMUTERA: Meet, Feel, Belong”. Karya ini menawarkan pendekatan Campus Resilience atau ketahanan kampus melalui integrasi tiga pilar utama, yaitu Ecological Network, Co-Creation Hub, dan Nature Sensory Experience.
Melalui pendekatan Performative Landscape berbasis Ecosystem Services, TEMUTERA merumuskan strategi perancangan terpadu untuk merespons berbagai tantangan tapak. Strategi tersebut mencakup mitigasi tata air dan peningkatan kualitas mikroiklim, pengaktifan zona komersial komunal yang menerapkan prinsip sirkularitas, serta penyediaan ruang pemulihan kesehatan mental (passive healing) bagi civitas akademika.
Konsep yang ditawarkan tidak hanya menekankan aspek estetika dan fungsi ruang, tetapi juga mengintegrasikan nilai ekologis, sosial, dan kesejahteraan pengguna dalam satu kesatuan perancangan lanskap. Pendekatan ini mencerminkan peran arsitektur lanskap dalam menciptakan lingkungan kampus yang adaptif, inklusif, dan berkelanjutan.
Pada babak final, Juara 2 diraih oleh tim dari Institut Teknologi Sumatera (ITERA), sedangkan Juara 3 diraih oleh tim kolaborasi mahasiswa dari IPB University, Universitas Gadjah Mada (UGM), dan UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
Pencapaian sebagai Juara 1 dalam kompetisi tingkat internasional ini menunjukkan kontribusi mahasiswa Departemen Arsitektur Lanskap IPB University dalam mengembangkan gagasan desain yang kontekstual, kreatif, dan berorientasi pada keberlanjutan. Karya TEMUTERA juga memperlihatkan bagaimana pendekatan berbasis ekosistem dapat diintegrasikan untuk menjawab kebutuhan lingkungan dan sosial di kawasan kampus.
Prestasi ini diharapkan dapat menjadi sumber inspirasi dan motivasi bagi mahasiswa Departemen Arsitektur Lanskap IPB University untuk terus mengembangkan potensi, meningkatkan kualitas karya, serta berpartisipasi aktif dalam berbagai kompetisi di tingkat nasional maupun internasional. Dengan semangat inovasi dan kolaborasi, mahasiswa diharapkan mampu memberikan kontribusi nyata bagi perkembangan keilmuan dan praktik arsitektur lanskap di masa mendatang.