Blog

DSC07330

Himaskap IPB University Selenggarakan International Landscape Architecture Student Workshop (ILASW) 2026

Event

Himaskap IPB University Selenggarakan International Landscape Architecture Student Workshop (ILASW) 2026

Bogor, 19 September 2026 — Himpunan Mahasiswa Arsitektur Lanskap (Himaskap) IPB University menyelenggarakan International Landscape Architecture Student Workshop (ILASW) 2026 pada 15–19 September 2026. Mengusung tema “Green Carbon Network: Regenerative Landscape Strategy for Climate Action”, kegiatan ini mempertemukan mahasiswa Arsitektur Lanskap dari Indonesia dan Filipina untuk mengeksplorasi strategi perencanaan lanskap yang responsif terhadap perubahan iklim, konservasi karbon, serta ketahanan lingkungan dan masyarakat.

ILASW 2026 dirancang sebagai ruang pembelajaran dan kolaborasi internasional yang memadukan public lecture, survei lapangan, diskusi, mentoring, workshop perencanaan, hingga presentasi karya. Rangkaian kegiatan berfokus pada pemahaman lanskap kawasan hulu daerah aliran sungai (DAS) dan bagaimana pendekatan Green Carbon Network dapat diterapkan untuk menghasilkan strategi lanskap yang regeneratif.

Kegiatan diawali dengan sesi Opening and Public Lectures yang menghadirkan akademisi dari berbagai institusi internasional. Materi disampaikan oleh Dr. Mohana Sundaram Shanmugam dari Asian Institute of Technology, Thailand, dan Diomari Centeno dari University of the Philippines. Sesi tersebut memberikan landasan pengetahuan bagi peserta mengenai hubungan antara lanskap, aliran karbon, ketahanan lingkungan, serta peran masyarakat dalam menghadapi tantangan perubahan iklim. Sesi ini dimoderatori oleh Muhammad Farhan, S.Arsl.

Memasuki hari kedua, peserta mengikuti site survey dan field trip untuk membaca kondisi lanskap secara langsung. Survei dilakukan di kawasan Bendungan Ciawi, Telaga Saat, dan Kampung Cibulao. Dalam kegiatan tersebut, peserta mengamati karakteristik tapak, kondisi lingkungan, budaya lokal, komoditas unggulan, hingga aktivitas masyarakat dan wisata yang berkembang di kawasan. Interaksi langsung dengan kondisi lapangan menjadi bagian penting dalam membangun pemahaman peserta sebelum memasuki tahap perencanaan.

Hasil observasi lapangan kemudian dibawa ke dalam Workshop Day 1. Peserta mulai mengidentifikasi persoalan, mengolah data hasil survei, serta merumuskan berbagai kemungkinan strategi melalui proses analisis dan diskusi kelompok. Tahap ini didampingi oleh tiga mentor, yaitu Rizky Rahardian R., S.P., M.Ars.L, Irfan Muhammad, S.P., M.Ars., dan Ray Agung Sucika Pratama, S.P., M.M.

Pada hari keempat, peserta melanjutkan proses melalui Workshop Day 2 dan project running. Gagasan yang telah dirumuskan dikembangkan menjadi konsep perencanaan lanskap berbasis Green Carbon Network. Setiap kelompok mengolah hasil analisis menjadi strategi yang mempertimbangkan karakteristik DAS, potensi kawasan, kebutuhan masyarakat, serta upaya membangun ketahanan lanskap dalam menghadapi perubahan iklim.

“Melalui proses workshop ini, peserta tidak hanya ditantang untuk menghasilkan sebuah desain, tetapi juga memahami bagaimana sebuah gagasan lanskap dapat berangkat dari kondisi nyata di lapangan dan merespons persoalan lingkungan serta masyarakat secara terpadu,” demikian semangat yang dibangun dalam pelaksanaan ILASW 2026.

Rangkaian kegiatan ditutup pada 19 September 2026 melalui final presentation, exhibition, dan gala dinner. Setiap kelompok mempresentasikan hasil perancangannya dalam bentuk poster berukuran A1 di hadapan dewan juri yang terdiri atas Kartika Wulandari, S.P., Dr. Kaswanto, S.P., M.Si., dan Astri Widoretno, S.T., M.LA. Presentasi menjadi tahap akhir bagi peserta untuk menjelaskan proses analisis, konsep, serta strategi lanskap yang mereka tawarkan.

Selain presentasi dan exhibition, malam penutupan juga diisi dengan cultural performances dan awarding night. Rangkaian tersebut menjadi ruang bagi peserta untuk berbagi budaya sekaligus merayakan proses pembelajaran dan kolaborasi yang telah berlangsung selama lima hari.

ILASW 2026 tidak hanya menjadi ajang bagi mahasiswa untuk mengembangkan kemampuan perancangan lanskap, tetapi juga memperluas jejaring akademik dan profesional lintas negara. Pertemuan antara mahasiswa, akademisi, dan praktisi dalam satu rangkaian kegiatan memberikan kesempatan bagi peserta untuk melihat persoalan lanskap dari perspektif yang lebih luas serta memahami pentingnya kolaborasi dalam merespons tantangan perubahan iklim.

Melalui penyelenggaraan ILASW 2026, Himaskap IPB University menegaskan komitmennya untuk membuka ruang pembelajaran dan kolaborasi internasional bagi mahasiswa Arsitektur Lanskap. Gagasan yang lahir dari kegiatan ini diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya menghadirkan pendekatan perencanaan lanskap yang regeneratif, berketahanan, dan selaras dengan keberlanjutan lingkungan serta kebutuhan masyarakat.