Blog

Desain tanpa judul (10)

Kolaborasi Mahasiswa IPB University dan UNY Raih Juara Harapan 2 pada Sayembara Arsitektur Nasional Texture 2026

Event

Kolaborasi Mahasiswa IPB University dan UNY Raih Juara Harapan 2 pada Sayembara Arsitektur Nasional Texture 2026

Yogyakarta, 2026 — Kolaborasi mahasiswa lintas perguruan tinggi berhasil mengantarkan tim yang terdiri atas Muhammad Dzaki Fauzi Syahrudin (IPB University), Yusuf Farojul Haq (Universitas Negeri Yogyakarta), dan Al Baffa Jwala Aruna (Universitas Negeri Yogyakarta) meraih Juara Harapan 2 dalam Sayembara Arsitektur Nasional “Texture 2026”.

Kompetisi ini menjadi wadah bagi mahasiswa arsitektur dan arsitektur lanskap di Indonesia untuk mengeksplorasi gagasan perancangan yang inovatif serta menjawab berbagai persoalan ruang dan kehidupan perkotaan. Melalui kolaborasi lintas disiplin dan perguruan tinggi, tim menghadirkan pendekatan desain yang menyoroti persoalan gentrifikasi, komersialisasi kawasan, serta keberlanjutan identitas budaya masyarakat lokal.

Dalam ajang tersebut, tim mengembangkan karya berjudul “GUMREGAH: Redefining Derelict Space Into an Inclusive Social Hub”. Gagasan ini berfokus pada revitalisasi lahan terbengkalai bekas Hotel Tilamas seluas 1.075 m² yang berlokasi di Kampung Prawirotaman, Yogyakarta. Kawasan tersebut menjadi konteks perancangan untuk merespons dinamika pariwisata perkotaan yang berpotensi menggeser keberadaan warga lokal dan mengikis karakter budaya setempat.

GUMREGAH dikembangkan melalui empat pendekatan intervensi perancangan, yaitu Transformation, Restoration, Revitalizing, dan Empowerment. Keempat pendekatan tersebut diarahkan untuk memperkuat tiga sektor utama, meliputi budaya, sosial, dan ekonomi, sehingga revitalisasi kawasan tidak hanya berorientasi pada pembaruan fisik, tetapi juga pada pemberdayaan masyarakat dan penguatan identitas lokal.

Salah satu strategi yang ditawarkan adalah penerapan sistem arsitektur modular adaptif. Sistem ini mengusung prinsip flexible space, time adaptable, easy to assemble, dan sustainability melalui penggunaan struktur modular sirkular. Identitas visual batik khas Yogyakarta, termasuk bentuk geometris seperti modul Kawung, ditransformasikan ke dalam elemen fasad, partisi, dan furnitur kawasan untuk menghubungkan karakter budaya dengan kebutuhan ruang yang fleksibel.

Selain strategi modular, karya ini memperkenalkan pendekatan Program Canvas Mori & IKEA Effect yang merekonstruksi aktivitas membatik (ngebatik) melalui media tanam vertikal interaktif. Program tersebut melibatkan wisatawan dan warga lokal dalam proses kolaboratif merangkai tanaman hidup membentuk pola batik. Melalui aktivitas ini, wisatawan tidak hanya diposisikan sebagai pengguna ruang, tetapi juga sebagai partisipan dalam upaya pemulihan lanskap dan penguatan interaksi sosial masyarakat.

Dari sisi lanskap, pendekatan performative landscape diterapkan melalui pemanfaatan delapan jenis vegetasi lokal. Penataan vegetasi tersebut dirancang untuk membantu mengurangi kebisingan lalu lintas dan mengendalikan paparan radiasi matahari pada skala mikro. Strategi ini mendukung terbentuknya pocket park yang lebih sejuk, nyaman, dan ramah lingkungan bagi warga lokal maupun wisatawan.

Keseluruhan gagasan GUMREGAH dirangkum melalui manifesto “Menenun Jati Diri, Menggerakkan Tradisi” pada sektor budaya serta “Menghidupkan Srawung, Menumpu Kehidupan” pada sektor sosial dan ekonomi. Melalui integrasi kedua arah tersebut, rancangan ini mengusulkan visi pengembangan kawasan Prawirotaman yang berkelanjutan, yaitu “Pulih Alamnya, Lestari Budayanya, Berdikari Warganya”.

Pencapaian Juara Harapan 2 dalam Texture 2026 menunjukkan potensi kolaborasi mahasiswa IPB University dan Universitas Negeri Yogyakarta dalam menghasilkan gagasan perancangan yang mengintegrasikan aspek arsitektur, lanskap, budaya, dan pemberdayaan masyarakat. Karya GUMREGAH menjadi salah satu bentuk eksplorasi desain yang menempatkan konteks lokal sebagai landasan dalam merumuskan ruang yang inklusif dan adaptif terhadap perubahan perkotaan.

Prestasi ini diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus mengembangkan kreativitas, memperluas kolaborasi lintas disiplin, serta menghasilkan karya perancangan yang mampu memberikan kontribusi terhadap keberlanjutan lingkungan dan kehidupan masyarakat, baik di tingkat nasional maupun internasional.