C PRESTASI MAHASISWA
TENTANG
Prestasi Mahasiswa
Mahasiswa Departemen Arsitektur Lanskap IPB University terus berprestasi di tingkat nasional maupun internasional. Temukan capaian terbaik mereka dan ajukan prestasimu di sini.
Pengajuan Prestasi Mahasiswa
Semua Prestasi
Lihat Semua Capaian
Inspirasi Prestasi
Ingin Seperti Mereka?
TERBARU
Prestasi Terbaru
Kunjungan Lapang ke Sheils Flynn Asia, Mahasiswa Arsitektur Lanskap IPB University Pelajari Kompleksitas Praktik Profesional
BOGOR, 6 Oktober 2026 – Sebanyak 44 mahasiswa peserta mata kuliah Tata Laksana Profesi Arsitektur Lanskap, Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian IPB University, melaksanakan kunjungan lapang ke PT Sheils Flynn Asia, konsultan arsitektur lanskap asal Inggris yang berkantor di Bogor. Kegiatan ini memberikan kesempatan bagi mahasiswa untuk mengenal secara langsung praktik profesional arsitektur lanskap, mulai dari proses perancangan, pengembangan proyek, pengelolaan bisnis, administrasi, hingga pengawasan pelaksanaan konstruksi. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pemaparan dari Mila Cornelia Sukandar dan Lewio Perdana Zega mengenai ruang lingkup pekerjaan serta dinamika praktik konsultan arsitektur lanskap. Melalui pemaparan Astri Widoretno tentang berbagai proyek, termasuk Green Office Park 1 BSD, mahasiswa mempelajari bagaimana karakter tapak, kebutuhan pengguna, identitas desain, kelayakan ekonomi, dan kualitas hasil akhir menjadi pertimbangan penting dalam menghasilkan rancangan lanskap yang dapat diwujudkan di lapangan. Salah satu materi utama yang dibahas adalah tahapan pengerjaan proyek arsitektur lanskap. Sheils Flynn Asia menerapkan empat tahapan utama, yaitu concept and schematic design, design development, tender and construction drawing, serta site supervision. Setiap tahapan memiliki keterkaitan dalam memastikan proses perancangan berjalan secara sistematis, mulai dari analisis tapak dan pengembangan konsep, penyusunan desain terperinci, persiapan gambar teknis dan dokumen konstruksi, hingga pengawasan pelaksanaan proyek. Mahasiswa juga mempelajari pentingnya koordinasi antara konsultan, klien, dan tim supervisi dalam menjaga kesesuaian rancangan dengan anggaran, standar kualitas, serta ketersediaan material. Hal ini menunjukkan bahwa keberhasilan sebuah proyek tidak hanya ditentukan oleh kualitas ide desain, tetapi juga oleh kemampuan menerjemahkan rancangan menjadi solusi yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan dan kondisi di lapangan. Selain aspek perancangan, kunjungan ini membahas kompetensi dan tanggung jawab profesional dalam menjalankan praktik arsitektur lanskap. Materi yang disampaikan mencakup sertifikat kompetensi kerja, legalitas badan usaha, perizinan jasa konstruksi, serta penerapan standar manajemen mutu dan keselamatan kerja. Mahasiswa juga memperoleh gambaran mengenai pengelolaan administrasi keuangan, perpajakan, proyek, dan sumber daya manusia sebagai bagian dari tata kelola perusahaan konsultan. Pembahasan tersebut memperluas pemahaman mahasiswa bahwa profesi arsitek lanskap memerlukan perpaduan kemampuan desain, ketelitian teknis, komunikasi, koordinasi tim, serta pemahaman terhadap aspek hukum dan manajemen bisnis. Seluruh kompetensi tersebut saling mendukung dalam menghasilkan karya lanskap yang berkualitas sekaligus memastikan proyek dapat dikelola secara profesional. Salah satu mahasiswa peserta kunjungan menyampaikan bahwa kegiatan ini memberikan perspektif baru mengenai proses kerja arsitek lanskap di dunia profesional. “Dari kunjungan kami ke Sheils Flynn Asia, kami mendapatkan perspektif baru mengenai proses kerja seorang arsitek lanskap di dunia profesional. Kami memahami bahwa sebuah proyek membutuhkan lebih dari sekadar ide desain yang baik, mulai dari pengembangan konsep dan penyusunan gambar teknis hingga pengawasan di lapangan. Kami juga belajar bahwa kompetensi, komunikasi, dan koordinasi tim memiliki peran penting dalam memastikan rancangan dapat diwujudkan sesuai dengan tujuan proyek,” ungkapnya. Kegiatan kunjungan lapang ini terlaksana berkat sambutan dan kesediaan jajaran Sheils Flynn Asia dalam berbagi pengetahuan serta pengalaman mengenai praktik profesional arsitektur lanskap. Departemen Arsitektur Lanskap IPB University menyampaikan apresiasi dan terima kasih kepada Dedy Guswandi selaku Direktur, Iman Prastoto Septadarma, serta Stephen Flynn selaku Principal Sheils Flynn Asia atas kesempatan, penerimaan, dan wawasan yang diberikan kepada mahasiswa. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diharapkan memiliki pemahaman yang lebih menyeluruh mengenai dinamika profesi arsitektur lanskap dan mampu mempersiapkan diri menghadapi tantangan dunia kerja. Pengalaman tersebut menjadi bekal penting bagi mahasiswa untuk mengembangkan kompetensi profesional yang mengintegrasikan kreativitas, kemampuan teknis, komunikasi, dan tanggung jawab dalam praktik arsitektur lanskap.
Mahasiswa Arsitektur Lanskap IPB University Raih Juara 3 pada Landscape Competition ITERA 2026
Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB University. Tim “Anak Rampage” yang terdiri atas tiga mahasiswa ARL 61 berhasil meraih Juara 3 dalam Landscape Competition ITERA (LACOERA) 2026, sebuah kompetisi perancangan lanskap yang diselenggarakan oleh Institut Teknologi Sumatera (ITERA) pada 12 September 2026. Tim tersebut beranggotakan Cakra Parikesit (A4401241083), Maharaja Muhammad Arafah Kekasih Marwan (A4401241052), dan Mohammad Andharu Faatih Umar (A4401241050). Melalui kolaborasi dan gagasan perancangan yang kontekstual, tim mengusung karya berjudul “The Living Spine of Way Hui”, yang menawarkan pendekatan inovatif dalam mengembangkan ruang komersial menjadi lanskap yang dinamis, inklusif, dan mendukung kualitas hidup penggunanya. Karya “The Living Spine of Way Hui” berangkat dari permasalahan kawasan, khususnya keterbatasan ruang teduh dan paparan kebisingan yang berasal dari jalan arteri. Berangkat dari tantangan tersebut, tim merumuskan gagasan lanskap yang tidak hanya berfungsi sebagai ruang aktivitas, tetapi juga mampu menghadirkan kenyamanan, konektivitas, dan pengalaman lingkungan yang lebih baik bagi masyarakat. Menggunakan analogi sistem peredaran darah manusia, rancangan ini memandang lanskap sebagai suatu sistem kehidupan yang saling terhubung. Community Plaza ditempatkan sebagai jantung kawasan yang menggerakkan berbagai aktivitas sosial, sementara Bioswale Promenade berperan dalam mengarahkan sirkulasi dan mendukung pengelolaan air. Di sisi lain, Forest Belt dirancang sebagai elemen ekologis yang menghadirkan keteduhan dan kesejukan, sekaligus membantu merespons kondisi lingkungan di sekitar kawasan. Konsep perancangan tersebut diwujudkan melalui pembagian karakter ruang antara area aktif di bagian utara dan area relaksasi di bagian selatan. Keduanya dihubungkan melalui sistem sirkulasi yang menyatukan dinamika kegiatan dengan ruang pemulihan dan ketenangan. Pendekatan ini memungkinkan terciptanya lingkungan yang mengakomodasi beragam kebutuhan pengguna, mulai dari interaksi sosial hingga aktivitas bersantai. Melalui integrasi elemen ekologis, sosial, dan spasial, “The Living Spine of Way Hui” menawarkan perspektif bahwa lanskap bukan sekadar ruang untuk dilalui atau tempat singgah, melainkan lingkungan yang dapat mendukung pertumbuhan komunitas, interaksi antarpengguna, dan pemulihan energi dalam keseharian. Perolehan Juara 3 dalam Landscape Competition ITERA 2026 menjadi wujud kontribusi mahasiswa Departemen Arsitektur Lanskap IPB University dalam mengeksplorasi gagasan perancangan yang responsif terhadap persoalan lingkungan dan kebutuhan masyarakat. Prestasi ini sekaligus memperlihatkan potensi kreativitas mahasiswa dalam mengembangkan solusi desain yang menggabungkan fungsi ruang, kenyamanan lingkungan, dan pengalaman pengguna. Pencapaian tersebut diharapkan dapat menjadi motivasi bagi mahasiswa Departemen Arsitektur Lanskap IPB University untuk terus mengembangkan kemampuan perancangan, memperluas wawasan, dan menghasilkan karya inovatif yang memberikan manfaat bagi lingkungan serta masyarakat di tingkat nasional maupun internasional.
Mahasiswa Arsitektur Lanskap IPB University Raih Juara Harapan 1 dalam Kompetisi Desain Nasional
Bogor, 19 Juli 2026 — Kreativitas mahasiswa Departemen Arsitektur Lanskap, Fakultas Pertanian, IPB University, kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Tim yang terdiri atas Muhammad Dzaki Fauzi Syahrudin (A4401231044), Muhammad Naufal Zacky Manurung (A4401231052), dan Aditya Aulia Rifqi (A4401231046) berhasil meraih Juara Harapan 1 dalam kompetisi desain nasional yang diselenggarakan oleh Ruru Papa Rara bekerja sama dengan asosiasi program studi arsitektur. Kompetisi ini menjadi ruang bagi mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi negeri dan swasta di Indonesia untuk menyampaikan gagasan perancangan yang inovatif serta relevan dengan tantangan kehidupan perkotaan. Dengan jumlah peserta yang mencapai lebih dari 100 tim, proses seleksi dan penjurian berlangsung melalui persaingan yang kompetitif hingga menghasilkan karya-karya terpilih di tingkat nasional. Mengusung karya berjudul “LEBUR: Ketika Kehidupan Menjadi Penyembuhan” (Nusantara Wellness Hub), tim IPB University menghadirkan gagasan perancangan yang berfokus pada hubungan antara ruang, kesehatan, dan kehidupan sosial masyarakat. Karya ini mengambil lokasi di Rumah Susun Angke Barat, Tambora, Jakarta Barat, dengan mengangkat persoalan akses kesehatan masyarakat berpenghasilan rendah (MBR), khususnya kecenderungan perilaku pencarian kesehatan yang bersifat reaktif akibat tingginya biaya layanan medis modern dan praktik swamedikasi. Berangkat dari persoalan tersebut, konsep “Lebur” dikembangkan sebagai strategi intervensi ruang yang mengintegrasikan pelayanan kesehatan tradisional (Yankestrad) dengan rutinitas dan aktivitas komunal warga. Gagasan ini menempatkan lingkungan hunian sebagai bagian dari upaya promotif dan preventif kesehatan, sehingga praktik hidup sehat dapat hadir secara lebih dekat dalam keseharian masyarakat. Penerapan konsep diwujudkan melalui pemanfaatan lapangan rusun, pengembangan kebun tanaman obat dan vegetasi aromatik, serta penggunaan elemen perabot adaptif (adaptive chair). Berbagai elemen tersebut dirancang untuk mendukung terciptanya ruang yang mendorong interaksi, aktivitas fisik, dan kebiasaan sehat secara alami. Pendekatan perancangan yang digunakan tidak ditujukan untuk menggantikan fungsi layanan medis modern dalam aspek kuratif. Sebaliknya, rancangan ini memanfaatkan prinsip nudging untuk mendorong perubahan perilaku secara bertahap, dengan menjadikan aktivitas pencegahan penyakit dan pemeliharaan kesehatan sebagai bagian dari kehidupan komunal yang higienis dan berkelanjutan. Pencapaian Juara Harapan 1 ini memperlihatkan kemampuan mahasiswa Departemen Arsitektur Lanskap IPB University dalam mengembangkan solusi perancangan yang menghubungkan aspek spasial dengan persoalan sosial dan kesehatan masyarakat. Melalui pendekatan yang kontekstual, karya LEBUR menunjukkan peran desain lanskap dalam merespons kebutuhan masyarakat perkotaan, terutama kelompok yang menghadapi keterbatasan akses terhadap layanan kesehatan. Prestasi tersebut diharapkan dapat mendorong mahasiswa untuk terus memperluas wawasan, mengembangkan kemampuan perancangan, dan menghasilkan karya yang memiliki dampak positif bagi lingkungan serta masyarakat. Departemen Arsitektur Lanskap IPB University berkomitmen untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa melalui karya-karya inovatif yang berkontribusi terhadap kemajuan keilmuan arsitektur lanskap di tingkat nasional maupun internasional.


